{"id":1048,"date":"2026-02-14T21:06:00","date_gmt":"2026-02-14T14:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pemda.tema\/?post_type=dokumen&#038;p=1048"},"modified":"2026-02-16T00:58:58","modified_gmt":"2026-02-15T17:58:58","slug":"laporan-kinerja-biro-hukum-setda-provinsi-lampung-tahun-2022","status":"publish","type":"dokumen","link":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/dokumen\/laporan-kinerja-biro-hukum-setda-provinsi-lampung-tahun-2022\/","title":{"rendered":"Permendikdasmen No.6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman"},"content":{"rendered":"\n<p>Berdasarkan\u00a0<strong>Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026<\/strong>, berikut adalah poin-poin kewajiban utama sekolah untuk menciptakan budaya aman dan nyaman yang bisa segera Anda sosialisasikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penyusunan Aturan Internal:<\/strong>\u00a0Sekolah wajib menyusun kode etik atau tata tertib yang selaras dengan nilai-nilai budaya positif, inklusivitas, dan anti-kekerasan tanpa unsur diskriminasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembentukan Tim Pelaksana:<\/strong>\u00a0Membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas pengembangan budaya sekolah dan penanganan awal jika terjadi pelanggaran, memastikan laporan ditindaklanjuti dengan cepat dan rahasia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyediaan Sarana Keamanan:<\/strong>\u00a0Memastikan lingkungan fisik sekolah aman (penerangan cukup, ruang publik yang terpantau) serta menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses oleh murid maupun orang tua.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Integrasi dalam Pembelajaran:<\/strong>\u00a0Guru wajib menyisipkan nilai-nilai karakter dan etika digital ke dalam materi pembelajaran serta menunjukkan keteladanan dalam perilaku sehari-hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Edukasi Warga Sekolah:<\/strong>\u00a0Melaksanakan sosialisasi rutin kepada murid, orang tua, dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya menjaga keamanan psikologis dan fisik di lingkungan sekolah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penanganan Berbasis Hak Anak:<\/strong>\u00a0Jika terjadi konflik atau pelanggaran, sekolah wajib menyelesaikan masalah secara edukatif dan kolaboratif tanpa mencabut hak murid untuk tetap mendapatkan pendidikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"template":"","class_list":["post-1048","dokumen","type-dokumen","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen\/1048","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen"}],"about":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dokumen"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1048"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}