{"id":1050,"date":"2026-02-04T05:58:00","date_gmt":"2026-02-03T22:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pemda.tema\/?post_type=dokumen&#038;p=1050"},"modified":"2026-02-16T01:04:15","modified_gmt":"2026-02-15T18:04:15","slug":"organisasi-dan-tata-kelola-badan-pengelola-investasi-daya-anagata-nusantara","status":"publish","type":"dokumen","link":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/dokumen\/organisasi-dan-tata-kelola-badan-pengelola-investasi-daya-anagata-nusantara\/","title":{"rendered":"Pembelajaran Mendalam"},"content":{"rendered":"\n<p>Sesuai dengan naskah akademik dari Kemendikdasmen,\u00a0<strong>Pembelajaran Mendalam<\/strong>\u00a0(<em>Deep Learning<\/em>) merupakan\u00a0pendekatan untuk memastikan siswa tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu mengonstruksi pemahaman yang bermakna dan menerapkannya dalam situasi nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah ringkasan elemen kuncinya:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Filosofi Utama: Mindful Learning<\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran mendalam berfokus pada&nbsp;<strong>kesadaran penuh<\/strong>&nbsp;siswa dalam belajar. Tujuannya adalah agar siswa memiliki pemahaman yang utuh, relevan, dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar ketuntasan administratif kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Tiga Pilar Utama (The Three Pillars)<\/p>\n\n\n\n<p>Implementasi&nbsp;<em>Deep Learning<\/em>&nbsp;dalam naskah akademik bertumpu pada tiga konsep:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mindful Learning<\/strong>: Siswa sadar akan tujuan belajarnya, hadir secara mental, dan mampu mengelola emosi serta fokusnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meaningful Learning<\/strong>: Mengaitkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah ada atau kehidupan sehari-hari, sehingga belajar terasa penting dan berguna bagi siswa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Joyful Learning<\/strong>: Menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menantang tanpa rasa takut, sehingga memicu rasa ingin tahu yang alami.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>3. Karakteristik Pembelajaran<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Fokus pada Esensi<\/strong>: Lebih baik menguasai sedikit materi secara mendalam daripada banyak materi secara dangkal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Transfer of Knowledge<\/strong>: Siswa didorong untuk menggunakan apa yang dipelajari di kelas untuk memecahkan masalah baru atau menciptakan karya asli.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Refleksi Berkelanjutan<\/strong>: Memberikan ruang bagi siswa untuk memikirkan kembali apa yang telah dipelajari dan bagaimana proses belajar mereka berlangsung.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>4. Hubungan dengan Karakter (G7KAIH)<\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran mendalam ini menjadi fondasi bagi pembentukan&nbsp;<strong>Gerakan 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia (G7KAIH)<\/strong>. Tanpa pemahaman yang mendalam, kebiasaan-kebiasaan tersebut hanya akan menjadi rutinitas mekanis tanpa makna.<\/p>\n\n\n\n<p>Silahkan Download File tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.<\/p>\n","protected":false},"template":"","class_list":["post-1050","dokumen","type-dokumen","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen\/1050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen"}],"about":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dokumen"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}