{"id":1052,"date":"2026-02-06T18:03:00","date_gmt":"2026-02-06T11:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pemda.tema\/?post_type=dokumen&#038;p=1052"},"modified":"2026-02-16T01:02:37","modified_gmt":"2026-02-15T18:02:37","slug":"penugasan-wakil-gubernur-melaksanakan-tugas-gubernur","status":"publish","type":"dokumen","link":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/dokumen\/penugasan-wakil-gubernur-melaksanakan-tugas-gubernur\/","title":{"rendered":"Tujuh Kebiasaan Hebat Anak Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Tujuh Kebiasaan Hebat Anak Indonesia&#8221; merupakan\u00a0bagian inti dari\u00a0<strong>Standar Kompetensi Lulusan (SKL)<\/strong>\u00a0yang diatur dalam\u00a0<strong>Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025<\/strong>. Kebiasaan ini dirancang untuk membentuk karakter dan kompetensi siswa sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah ketujuh kebiasaan tersebut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bangun Pagi<\/strong>: Membiasakan kedisiplinan dan kesiapan diri memulai hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beribadah<\/strong>: Memperkuat dimensi keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berolahraga<\/strong>: Menjaga kesehatan fisik sebagai fondasi aktivitas belajar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gemar Membaca<\/strong>: Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan literasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Makan Sehat<\/strong>: Memastikan asupan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan fokus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menabung<\/strong>: Melatih pengendalian diri, kemandirian, dan perencanaan masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beraksi Baik<\/strong>: Mengamalkan nilai-nilai sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Kebiasaan-kebiasaan ini bukan sekadar slogan, melainkan indikator perilaku yang diharapkan muncul dalam keseharian siswa di sekolah maupun di rumah. Pemerintah melalui&nbsp;Kemendikdasmen&nbsp;mendorong integrasi ketujuh poin ini ke dalam kegiatan kokurikuler dan pembiasaan di satuan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Implementasi dan penilaian Tujuh Kebiasaan Hebat Anak Indonesia untuk jenjang SMA fokus pada penguatan kemandirian dan kesadaran diri siswa sebagai persiapan menuju kedewasaan dan dunia kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Strategi Implementasi di SMA<\/h2>\n\n\n\n<p>Sekolah mengintegrasikan kebiasaan ini ke dalam budaya satuan pendidikan melalui beberapa program utama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Budaya Sekolah &amp; Rutinitas<\/strong>: Penerapan program seperti Pagi Ceria (menyambut siswa dengan energi positif dan disiplin waktu) serta kegiatan senam atau olahraga bersama sebelum memulai kelas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Integrasi dalam Pembelajaran<\/strong>: Guru memasukkan nilai-nilai kebiasaan ini ke dalam modul ajar dan kegiatan kelas, misalnya melalui diskusi kelompok untuk melatih aspek Bermasyarakat dan tugas mandiri untuk aspek Gemar Belajar<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kolaborasi dengan Orang Tua<\/strong>: Sekolah menjalin komunikasi dengan orang tua untuk memastikan kebiasaan seperti Bangun Pagi, Makan Sehat, dan Tidur Lebih Awal tetap terlaksana di lingkungan rumah.\u00a0 <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Mekanisme Penilaian<\/h2>\n\n\n\n<p>Penilaian bersifat formatif dan kualitatif, bukan berupa skor angka kaku, dengan metode sebagai berikut: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Buku Jurnal Harian<\/strong>: Siswa jenjang SMA menggunakan Buku Jurnal Harian atau formulir pemantauan mandiri untuk mencatat aktivitas harian mereka secara jujur<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Evaluasi Diri (Self-Assessment)<\/strong>: Siswa didorong untuk melakukan refleksi atas konsistensi mereka dalam menjalankan kebiasaan, yang membantu membangun rasa tanggung jawab pribadi<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Observasi Guru &amp; Dokumentasi<\/strong>: Guru memantau perubahan perilaku murid di sekolah, seperti kedisiplinan waktu dan interaksi sosial, serta memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan progres positif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan Perkembangan Karakter<\/strong>: Hasil pemantauan ini biasanya menjadi bagian dari lampiran raport atau laporan perkembangan karakter siswa yang dikomunikasikan secara berkala kepada orang tua.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"template":"","class_list":["post-1052","dokumen","type-dokumen","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen\/1052","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen"}],"about":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dokumen"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}