{"id":8318,"date":"2026-03-28T21:35:59","date_gmt":"2026-03-28T14:35:59","guid":{"rendered":"https:\/\/ruangjumad.pro\/?post_type=dokumen&#038;p=8318"},"modified":"2026-04-01T21:37:25","modified_gmt":"2026-04-01T14:37:25","slug":"skb-pedoman-pemanfaatan-kecerdasan-artisial-satuan-pendidikan-tahun-2026","status":"publish","type":"dokumen","link":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/dokumen\/skb-pedoman-pemanfaatan-kecerdasan-artisial-satuan-pendidikan-tahun-2026\/","title":{"rendered":"SKB Pedoman Pemanfaatan Kecerdasan Artisial Satuan Pendidikan Tahun 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Poin-Poin Penting : <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Latar Belakang<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Teknologi digital dan AI membawa peluang besar untuk efisiensi, inklusivitas, dan peningkatan kompetensi abad ke-21 (kritis, kreatif, literasi digital).<\/li>\n\n\n\n<li>Namun muncul risiko serius: cyberbullying (48%), paparan konten seksual (50,3%), masalah kesehatan mental (1 dari 3 remaja), cognitive debt, kecanduan gawai, dan pelanggaran privasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Data BPS 2024: 78,63% anak usia 5\u201317 tahun sudah menggunakan HP; 35,57% anak 0\u20136 tahun sudah terpapar internet.<\/li>\n\n\n\n<li>Diperlukan pedoman nasional yang human-centered, berbasis Pancasila, dan berorientasi perlindungan anak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tujuan Pedoman<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memberikan kerangka operasional pemanfaatan teknologi digital &amp; AI yang etis, aman, bijak, dan bertanggung jawab di semua jalur pendidikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Melindungi hak anak dan peserta didik dari risiko ruang digital.<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan literasi digital &amp; AI, ketahanan digital (digital resilience), serta kesejahteraan digital (digital wellness).<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong inovasi pembelajaran tanpa menambah beban administratif guru\/tenaga kependidikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pendekatan &amp; Prinsip Utama<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Pendekatan Human-Centered (Berpusat pada Manusia):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Manusia tetap pengendali utama (Human in Control).<\/li>\n\n\n\n<li>Skeptisisme sehat &amp; verifikasi setiap output AI.<\/li>\n\n\n\n<li>Teknologi sebagai alat pengembangan diri, bukan pengganti berpikir kritis.<\/li>\n\n\n\n<li>Berlandaskan Pancasila dan nilai luhur bangsa.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Prinsip Utama:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Beretika<\/strong> \u2192 Tidak merugikan, sesuai etika akademik &amp; norma masyarakat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Inklusif<\/strong> \u2192 Melibatkan orang tua &amp; umpan balik pengguna.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesetaraan<\/strong> \u2192 Akses bagi penyandang disabilitas &amp; daerah 3T, minimalkan bias algoritmik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bermanfaat<\/strong> \u2192 Tingkatkan kemampuan berpikir kritis, efisiensi pembelajaran, dan ringankan beban guru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akuntabel<\/strong> \u2192 Tanggung jawab tetap pada manusia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pelindungan Privasi &amp; Data Pribadi<\/strong> \u2192 Minimalisasi pengumpulan data, dapatkan izin.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Batasan Muatan Konten (Dilarang)<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kekerasan (fisik, psikis, seksual, berbasis gender).<\/li>\n\n\n\n<li>Pornografi, eksploitasi seksual, ujaran kebencian (SARA).<\/li>\n\n\n\n<li>Hoaks, disinformasi, perjudian, promosi zat adiktif.<\/li>\n\n\n\n<li>Manipulasi digital (deepfake), pelanggaran privasi, konten bertentangan Pancasila.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kewajiban Satuan Pendidikan<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Formal (sekolah\/madrasah\/Perguruan Tinggi):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Identifikasi kesiapan SDM, infrastruktur, tata kelola.<\/li>\n\n\n\n<li>Terapkan pedoman lengkap + perlindungan anak dari ancaman digital.<\/li>\n\n\n\n<li>Kembangkan kegiatan kurikuler\/ekstrakurikuler yang seimbang digital &amp; nondigital.<\/li>\n\n\n\n<li>Libatkan orang tua melalui komite sekolah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Nonformal:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sesuaikan dengan karakteristik program &amp; peserta didik.<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkatkan literasi digital, pemikiran kritis, dan etika AI.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Informal (Keluarga):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Manfaatkan teknologi secara etis &amp; bertanggung jawab.<\/li>\n\n\n\n<li>Utamakan kepentingan terbaik anak + batasan usia waktu layar.<\/li>\n\n\n\n<li>Bangun kebiasaan nondigital &amp; literasi digital keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Peran Keluarga (Sangat Ditekankan)<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memberi pemahaman etika &amp; tanggung jawab.<\/li>\n\n\n\n<li>Awasi &amp; lindungi dari konten berbahaya.<\/li>\n\n\n\n<li>Tetapkan batas waktu layar &amp; zona bebas gawai (minimal 1 jam\/hari \u201cWaktu Berkualitas Keluarga\u201d).<\/li>\n\n\n\n<li>Jadikan teladan &amp; bangun komunikasi terbuka.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan fitur parental control.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Peran Pemerintah Pusat &amp; Daerah<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Masing-masing kementerian punya tanggung jawab spesifik (sosialisasi, peningkatan kapasitas, pengawasan, evaluasi).<\/li>\n\n\n\n<li>Gubernur &amp; Bupati\/Wali Kota: sosialisasi, pembinaan, pelaporan ke Mendagri.<\/li>\n\n\n\n<li>Evaluasi &amp; laporan berkala setiap 6 bulan ke Kemenko PMK.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Larangan &amp; Efisiensi<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tidak boleh ada pungutan kepada siswa\/orang tua.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelaksanaan harus efisien, tidak tambah beban administratif guru.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\">Tanggal Ditetapkan: 12 Maret 2026 Mulai Berlaku: 12 Maret 2026 Dikeluarkan oleh: Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga\/Kepala BKKBN, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\"><strong>Sumber Resmi:<\/strong> jdih.kemendagri.go.id \/ jdih.kemdikdasmen.go.id (Keputusan Bersama 7 Menteri Tahun 2026)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"template":"","class_list":["post-8318","dokumen","type-dokumen","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen\/8318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/dokumen"}],"about":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dokumen"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ruangjumad.pro\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}