
Supervisi akademik yang saya berikan bergeser dari pola inspeksi konvensional menuju paradigma coaching. Paradigma ini menempatkan guru sebagai mitra sejajar yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Saya meyakini bahwa perubahan kualitas kelas hanya terjadi jika guru merasa didukung, diapresiasi, dan diberdayakan untuk melakukan refleksi secara mandiri.
Layanan ini dimulai dengan pertemuan pra-observasi, di mana saya mendengarkan harapan dan kekhawatiran guru terkait praktik mengajar mereka. Kami bersama-sama menyepakati fokus observasi, seperti manajemen kelas atau penerapan metode pembelajaran aktif. Hal ini dilakukan agar guru merasa memiliki kontrol penuh atas proses pengembangan diri yang sedang mereka jalani.
Saat berada di dalam kelas, saya berperan sebagai pengamat yang cermat namun tidak mengganggu. Saya mencatat fakta-fakta objektif mengenai interaksi guru dan siswa serta sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Fokus saya bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menangkap momen-momen pembelajaran yang bisa menjadi bahan diskusi konstruktif nantinya.
Tahapan pasca-observasi adalah inti dari layanan ini. Melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif, saya mengajak guru untuk mengevaluasi sendiri proses yang baru saja dilaluinya. Saya mendorong mereka untuk menyadari apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan, sehingga rencana aksi yang muncul berasal dari kesadaran pribadi guru tersebut.
Melalui pendekatan ini, beban mental guru saat disupervisi akan berkurang secara signifikan. Mereka akan melihat kehadiran pengawas sebagai kesempatan untuk mendapatkan umpan balik yang jujur dan suportif. Konsistensi dalam melakukan supervisi berbasis coaching ini secara perlahan akan membangun budaya mutu di lingkungan SMA yang saya dampingi.
Bagi sekolah, layanan ini bermakna pada terciptanya peningkatan kualitas instruksional yang organik dan berkelanjutan. Sekolah tidak lagi memerlukan paksaan untuk berinovasi karena guru-gurunya telah memiliki mentalitas pembelajar. Atmosfer akademik yang positif ini pada akhirnya akan bermuara pada prestasi belajar siswa yang lebih optimal dan relevan dengan kebutuhan zaman.