
KEPANJEN – Semangat peningkatan mutu pendidikan mengawali tahun baru di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen. Pada Sabtu (10/1/2026), sekolah ini menggelar workshop intensif pendampingan perangkat pembelajaran dan evaluasi akademik bagi seluruh dewan guru. Kegiatan ini menghadirkan Pengawas Profesional Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Bapak Jumad, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama guna memastikan kesiapan sekolah dalam menghadapi dinamika pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Workshop diawali dengan sesi teknis penyusunan perangkat pembelajaran semester genap yang dipandu langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Dita. Dalam sesi ini, Ibu Dita memfasilitasi para guru untuk menyelaraskan alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar agar lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa. Koordinasi internal ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki materi inti yang berkaitan dengan standar penilaian nasional yang lebih kompleks.
Memasuki sesi kedua, Bapak Jumad, mengambil peran sentral dengan memberikan pelatihan bertajuk “Penulisan Soal Berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)”. Dalam paparannya, Bapak Jumad menekankan bahwa instrumen evaluasi saat ini harus mampu mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa secara mendalam, bukan sekadar hafalan. Beliau membimbing para guru secara praktis dalam menyusun stimulus soal yang kontekstual, menarik, dan mampu memicu daya nalar kritis peserta didik sesuai standar AKM.
Kegiatan pendampingan ini berlangsung sangat interaktif, di mana para guru langsung mempraktikkan penyusunan butir soal dan mendapatkan umpan balik langsung dari pengawas. Bapak Jumad mengapresiasi kesigapan tim kurikulum dan antusiasme para guru SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam menyerap materi. Diharapkan melalui workshop ini, kualitas bank soal sekolah akan meningkat signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak pada kesiapan mental dan akademik siswa dalam menghadapi berbagai asesmen nasional maupun daerah.