
Layanan Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah fondasi utama dalam siklus peningkatan mutu pendidikan yang saya kawal. Proses ini diawali dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan di sekolah untuk melihat data bukan sebagai angka mati, melainkan sebagai cermin kualitas layanan pendidikan yang telah diberikan. Saya membantu sekolah mengunduh dan memahami indikator-indikator dalam Rapor Pendidikan agar mereka memiliki titik pijak yang objektif.
Pada tahap awal, saya mendampingi tim pengembang sekolah dalam melakukan identifikasi masalah. Kita tidak hanya melihat nilai akhir, tetapi membedah kaitan antar-indikator, misalnya bagaimana iklim keamanan sekolah berkorelasi dengan kualitas pembelajaran. Proses identifikasi ini krusial agar sekolah tidak salah dalam mendiagnosa tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Setelah masalah teridentifikasi, saya memandu proses refleksi untuk menemukan akar masalah. Seringkali, apa yang terlihat di permukaan hanyalah gejala, sementara penyebab aslinya terletak pada kompetensi guru atau metode kepemimpinan. Di sini, peran saya adalah memantik diskusi mendalam agar sekolah berani mengakui kekurangan dan berkomitmen untuk memperbaikinya secara fundamental.
Memasuki tahap rancangan program, saya memastikan bahwa solusi yang diambil bersifat “Benahi” yang konkret. Saya mengarahkan sekolah agar setiap program peningkatan mutu memiliki keterkaitan langsung dengan akar masalah yang telah ditemukan. Dengan demikian, penggunaan dana BOS atau sumber daya sekolah lainnya menjadi lebih efisien dan tepat sasaran pada peningkatan literasi, numerasi, dan karakter.
Selanjutnya, saya melakukan pengawalan terhadap implementasi program tersebut ke dalam dokumen RKAS. Penekanan saya adalah pada aspek akuntabilitas dan sinkronisasi. Jangan sampai ada program strategis yang sudah disepakati dalam perencanaan, namun tidak muncul dalam penganggaran, atau sebaliknya, ada anggaran tanpa landasan data yang kuat.
Kebermaknaan layanan ini bagi sekolah adalah transformasi budaya kerja dari yang semula bersifat intuitif menjadi ilmiah. Sekolah binaan di wilayah Kabupaten Malang akan tumbuh menjadi organisasi pembelajar yang mampu mengambil keputusan secara cerdas. Hasil akhirnya adalah peningkatan skor Rapor Pendidikan secara berkelanjutan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh peserta didik.